Fakta Menarik tentang Sisi Lain Soekarno Sang Proklamator

Fakta Menarik tentang Sisi Lain Soekarno Sang Proklamator


Sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah Indonesia, sudah pasti hampir setiap orang tahu segala hal tentang Bung Karno. Supersemar-nya yang kontroversial, kecintaannya pada para wanita, atau mungkin perjuangan politiknya yang berhasil membawa negara ini merdeka. Meskipun secara garis besar semua fakta Bung Karno diketahui, namun pasti ada beberapa gelintir yang tak pernah terungkap.


Apa yang dilakukan presiden pertama ini tentu bukan hanya sebatas yang tertulis di buku-buku sejarah. Seperti manusia biasa, beliau juga punya banyak cerita-cerita lain dan rata-rata jarang diketahui. Namun, mungkin karena yang kita bicarakan ini adalah sosok yang sangat berpengaruh, maka tentu saja remah-remah cerita hidupnya jadi sangat menarik untuk ditelisik.



Nah, berikut ini adalah fakta dan kisah lain Bung Karno yang mungkin sebagian besar orang Indonesia jarang mengetahuinya.


1. Soekarno terkenal sebagai sosok yang cerdas. Menguasai setidaknya 10 bahasa, yakni Belanda, Inggris, Jerman, Arab, Prancis, Jepang, Jawa, Sunda, Bali, Melayu.


2. Soekarno dilahirkan dan dibesarkan dalam kemiskinan. Ia tidak punya sepatu, tidak mandi dari air keran, bahkan tidak mengenal sendok garpu. Menurut penuturannya, gaji sang ayah juga sangat kecil pada saat itu. Belum lagi, uang tersebut harus berkurang untuk membayar sewa rumah.


3. Soekarno sendiri lahir dengan nama Koesno Sosrodihardjo pada 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Namun karena ia sering sakit, sang ayah percaya bahwa namanya tidak cocok, sehingga orangtuanya memutuskan untuk mengganti namanya.


4. Selain jago dalam bidang politik, tapi juga handal memikat hati wanita. Tak heran jika kemudian tokoh besar ini memiliki lebih dari satu istri. Tercatat, Soekarno memiliki sembilan istri diantaranya Oetari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Kartini Manoppo, Yurike Sanger, Heldy Djafar.


5. Semasa masih hidup, bung Karno diketahui punya sembilan istri. Wajar aja kalau bung Karno punya keturunan yang banyak, beberapa putra putri Ir. Soekarno adalah Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, Guruh Sukarnoputra, Kartika Sari Dewi Soekarno, Rukmini Soekarno, Toto Suryawan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Ayu Gembirowati, Guntur Sukarnoputra, Taufan Sukarnoputra.


6. Kala itu untuk menempuh pendidikan sangat sulit gak seperti sekarang. Namun, Ir. Soekarno berhasil menempuh pendidikan hingga menjadi Insinyur Sipil. Dalam perjalanannya, beliau pernah menempuh pendidikan Pendidikan Sekolah Dasar di Eerste Inlande School (EIS), Mojokerto, Pendidikan Sekolah Dasar di Europeesche Lagere (ELS), Mojokerto (1911), Hoogere Burger School (HBS), Surabaya (1911-1915), Technische Hoge School (sekarang ITB), Bandung (1920).


7. Arab Saudi atau Timur Tengah dikenal memiliki cuaca yang ekstrim. Hal ini menjadi perhatian Bung Karno saat menunaikan ibadah haji. Kedekatan Bung Karno dengan Raja Fahd terukir pada pohon Soekarno di Padang Arafah. Pohon sejenis pohon mindi ini dibawa Soekarno ketika berkunjung ke Arab Saudi pada 1955 yang terkenal dengan suhu 38-42 derajat Celcius saat musim panas.


8. Hubungan Rusia dengan Indonesia dimasa lalu tampaknya sangat harmonis sekali. Hal ini sebagai wujud rasa hormat pemerintah Rusia kepada presiden Indonesia yang satu ini, pemerintah Rusia memberi nama masjid tersebut dengan nama Masjid Soekarno. Masjid Soekarno yang terletak di St. Petersburg dekat Sungai Neva, sekitar 900 km jauhnya dari Moskow. Tetapi jangan salah, masjid tersebut sangat indah sekali.


9. Jalan Soekarno sendiri diresmikan pada tahun 1960 oleh Raja Mohammed V dan dihadiri langsung oleh Soekarno yang saat itu sebagai Presiden RI. Sebelum berubah menjadi Rue Soukarno, nama jalannya adalah Al Rais Ahmed Soekarno. Sebagai balasannya nama Casablanca yang merupakan kota terbesar kedua di Maroko digunakan Presiden Soekarno sebagai nama salah satu jalan di Jakarta, yakni Jalan Casablanca yang terbentang dari Tanah Abang hingga Kampung Melayu.


10. Soekarno memperjuangkan negara yang masih dijajah di Asia dan di Afrika agar meraih kemerdekaannya. Seorang Soekarno juga memperjuangkan nasib bangsa dan negara-negara lain di dunia yang masih dijajah melalui konferensi asia-afrika yang diprakarsai olehnya. Bersama para pemimpin negara lainnya sehingga kemudian banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang mendapatkan kemerdekaannya.